Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema.
Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi ia juga tidak menemukan bukti bahwa Paulus melakukan kejahatan yang layak dihukum.
Karena itu Festus bertanya kepada Paulus:
“Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?”
Kisah Para Rasul 25:9
Bagi Paulus, usulan ini bukanlah pilihan yang aman. Ia mengetahui bahwa musuh-musuhnya masih berusaha mencelakakannya. Selain itu, ia juga sadar bahwa perkara ini bukan lagi sekadar masalah agama Yahudi, melainkan menyangkut haknya sebagai warga negara Romawi.
Karena itu Paulus menjawab:
“‘… Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi… Aku naik banding kepada Kaisar!’”
Kisah Para Rasul 25:10-11
Paulus sedang menggunakan kesempatan yang Tuhan sediakan untuk meneruskan misi yang telah diberikan kepadanya.
Beberapa waktu sebelumnya, Tuhan telah berfirman kepadanya:
“… sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”
Kisah Para Rasul 23:11
Paulus memahami bahwa jalan menuju Roma tidak akan mudah. Namun ia juga memahami bahwa Tuhan sedang memimpin setiap langkahnya.
Ada pelajaran penting bagi kita di sini.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga diperhadapkan pada berbagai keputusan.
Tidak semua pilihan mudah. Tidak semua jalan terlihat jelas. Namun ketika kita berjalan dalam kehendak Tuhan, Dia akan memimpin langkah demi langkah.
Hari ini, marilah kita meminta hikmat dari Tuhan untuk membuat keputusan yang benar.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin