Setelah beberapa waktu, gubernur Feliks memanggil Paulus untuk mendengarkan lebih lanjut tentang iman kepada Kristus.

Menarik bahwa Paulus tidak menggunakan kesempatan itu untuk mencari kebebasannya. Ia tidak berusaha menyenangkan Feliks dengan kata-kata yang enak didengar. Sebaliknya, Paulus berbicara tentang tiga hal yang sangat penting: kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman yang akan datang.

Mengapa Feliks menjadi takut? Karena kebenaran Tuhan menyentuh kehidupannya secara pribadi.

Feliks dikenal sebagai seorang penguasa yang korup dan tidak bermoral. Ketika Paulus berbicara tentang kebenaran dan penghakiman, Feliks menyadari bahwa ia sendiri tidak hidup sesuai dengan standar Allah.

Firman Tuhan memiliki kuasa untuk menyingkapkan kondisi hati manusia.

Kadang-kadang kita senang membaca janji-janji Tuhan yang menghibur. Namun ada kalanya firman Tuhan juga menegur, mengoreksi, dan menunjukkan area kehidupan yang perlu diubah.

Teguran Tuhan bukanlah tanda bahwa Dia menolak kita. Sebaliknya, itu adalah bukti bahwa Dia masih bekerja dalam hidup kita.

Seperti seorang dokter yang menunjukkan penyakit agar dapat disembuhkan, Tuhan menunjukkan dosa agar kita dapat bertobat dan menerima pemulihan.

Ketika hati kita ditegur oleh Roh Kudus, respons yang terbaik bukanlah menghindar, melainkan datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati.

“… dosa terhadap Roh Kudus adalah sikap terus-menerus mengabaikan undangan Surga untuk bertobat.”

The Desire of Ages 324.2

Jika hari ini Tuhan menegur kita, janganlah mengeraskan hati. Sebab kebenaran yang menegur hari ini adalah kebenaran yang ingin menyelamatkan kita untuk selama-lamanya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: