Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah seketika.
“Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: ‘Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!’”
Kisah Para Rasul 22:22
Betapa cepat suasana berubah. Orang banyak yang sebelumnya mendengarkan Paulus kini kembali dipenuhi kemarahan. Mereka menolak bukan karena Paulus melakukan kejahatan, tetapi karena mereka tidak mau menerima pesan yang disampaikannya.
Paulus sedang melakukan kehendak Tuhan, tetapi ia tetap menghadapi penolakan.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak selalu diikuti oleh penerimaan dari manusia.
Terkadang ketika kita berusaha hidup benar, menjaga integritas, atau mengikuti prinsip-prinsip firman Tuhan, tidak semua orang akan memahami keputusan kita. Ada kalanya kita disalahpahami, dikritik, bahkan ditolak.
Namun ukuran keberhasilan seorang pengikut Kristus bukanlah seberapa banyak orang menyetujui dirinya, melainkan seberapa setia ia mengikuti kehendak Tuhan.
Paulus tidak mengubah pesannya demi mendapatkan penerimaan. Ia tetap setia menyampaikan apa yang Tuhan percayakan kepadanya.
Hari ini kita belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan terkadang memiliki harga yang harus dibayar.
Namun lebih baik ditolak karena melakukan yang benar daripada diterima karena mengorbankan kebenaran.
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Matius 5:10
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap berdiri teguh dalam iman, sekalipun tidak semua orang memahami jalan yang kita pilih. Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukanlah penilaian manusia, melainkan kesetiaan kita kepada Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin