Setelah kerusuhan besar di Efesus berakhir, Paulus bersiap melanjutkan perjalanannya. Namun sebelum pergi, ia melakukan sesuatu yang penting.
“Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedoni.” (Kisah Para Rasul 20:1)
Paulus baru saja melewati masa-masa yang sulit. Ia menghadapi penolakan, ancaman, dan perlawanan terhadap pemberitaan Injil. Namun yang menjadi perhatiannya bukanlah dirinya sendiri, melainkan keadaan saudara-saudara seiman.
Ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menguatkan jemaat dan meneguhkan iman mereka.
“Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ ….”
Kisah Para Rasul 20:2
Paulus memahami bahwa perjalanan iman tidak selalu mudah. Setiap orang percaya akan menghadapi pergumulan, pencobaan, dan masa-masa yang dapat melemahkan semangat rohani. Karena itu, jemaat membutuhkan dorongan, nasihat, dan penguatan agar tetap setia kepada Tuhan.
Hari ini kita diingatkan bahwa pelayanan bukan hanya berkhotbah, mengajar, atau melakukan pekerjaan besar bagi Tuhan, tetapi menguatkan saudara seiman juga merupakan pelayanan yang sangat penting.
Sering kali orang yang sedang bergumul tidak membutuhkan jawaban untuk semua masalahnya. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang peduli, mendengarkan, mendoakan, dan mengingatkan bahwa Tuhan masih menyertai mereka.
“Mereka yang sedang berjuang dalam pertempuran hidup dengan kesulitan yang besar dapat dikuatkan dan diberi semangat melalui perhatian-perhatian kecil yang hanya membutuhkan usaha penuh kasih. Bagi mereka, genggaman tangan yang kuat dan penuh dukungan dari seorang sahabat sejati lebih berharga daripada emas atau perak. Kata-kata kebaikan sama menyenangkannya dengan senyuman para malaikat.”
The Ministry of Healing 158.3
Tidak semua orang dapat berkhotbah di depan banyak orang, tetapi setiap orang dapat menyampaikan kata-kata yang membangun, memberikan perhatian yang tulus, dan menjadi saluran kasih Tuhan bagi sesamanya.
Karena itu firman Tuhan mengingatkan:
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Efesus 4:29
Hari ini, mungkin Tuhan ingin memakai kita untuk menguatkan seseorang. Sebuah pesan, doa, perhatian kecil, atau kata-kata yang membangun dapat menjadi berkat yang menghibur hati yang sedang lemah.
Perkataan yang membangun dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang lemah.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk menjadi saluran kasih-Nya, sehingga melalui perkataan dan tindakan kita, orang lain dikuatkan untuk tetap berjalan bersama-Nya.
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin