Setelah orang banyak di Listra melihat mujizat yang dilakukan melalui Paulus, mereka sempat ingin menyembah Paulus dan Barnabas sebagai dewa. Namun situasi itu berubah sangat cepat.
“… Setan mendesak orang-orang Yahudi yang tidak percaya di kota-kota lain untuk mengikuti Paulus dan menghancurkan pekerjaan baik yang dilakukan melalui dia. Orang-orang Yahudi ini menghasut pikiran para penyembah berhala itu dengan laporan palsu terhadap Paulus.”
Early Writings 203.1
Orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium datang lalu menghasut orang banyak untuk melawan Paulus. Mereka menyebarkan pengaruh yang salah hingga orang-orang yang sebelumnya kagum kepada Paulus berubah menjadi marah dan membencinya.
“Kekaguman dan penghormatan orang-orang sekarang berubah menjadi kebencian, dan mereka yang sesaat sebelumnya siap untuk menyembah murid-murid, melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota …”
Early Writings 203.1
Paulus dilempari batu dan diseret keluar kota. Secara manusia, ini adalah pengalaman yang sangat menyakitkan dan mengecewakan. Namun yang luar biasa, Paulus tidak berhenti.
Alkitab mencatat, “Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota ….” (Kisah Para Rasul 14:20)
Paulus tetap melanjutkan pelayanannya meskipun menghadapi penolakan dan aniaya.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa hasutan dan pengaruh buruk dapat dengan cepat mengubah hati manusia. Karena itu, kita harus berhati-hati agar tidak mudah ikut menyebarkan kebencian, fitnah, atau memengaruhi orang lain untuk melawan kebenaran.
Jangan gunakan perkataan untuk menyebarkan kebencian, tetapi untuk membela kebenaran.
Marilah kita menjaga hati dan perkataan kita agar tidak menjadi alat yang melukai atau menyesatkan orang lain.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin