Setelah meninggalkan Ikonium, Paulus dan Barnabas tiba di Listra. Di sana mereka bertemu dengan seorang lumpuh sejak lahir yang belum pernah berjalan.
Ketika Paulus melihat bahwa orang itu percaya kepada Tuhan, ia berkata dengan suara nyaring:
“Berdirilah tegak di atas kakimu!”
Kisah Para Rasul 14:10
Dan saat itu juga orang lumpuh itu melonjak berdiri dan mulai berjalan.
Mukjizat itu membuat orang banyak takjub. Mereka bahkan menganggap Barnabas sebagai Zeus dan Paulus sebagai Hermes. Orang-orang mulai membawa korban persembahan karena ingin menyembah mereka seperti dewa.
Namun respons Paulus dan Barnabas sangat berbeda dari apa yang mungkin dicari banyak manusia.
Alkitab mencatat bahwa mereka mengoyakkan pakaian mereka dan berkata:
“Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu ….”
Kisah Para Rasul 14:15
“Ketika seorang pria yang selalu lumpuh disembuhkan, orang-orang yang menyembah berhala hendak mempersembahkan kurban kepada murid-murid. Paulus merasa sedih, dan mengatakan kepada mereka bahwa ia dan rekan kerjanya hanyalah manusia dan bahwa hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi, laut, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, yang harus disembah. Demikianlah Paulus meninggikan Allah di hadapan orang banyak ….”
Early Writings 203.1
Paulus dan Barnabas menolak menerima kemuliaan yang bukan milik mereka. Mereka sadar bahwa semua kuasa dan mukjizat berasal dari Tuhan, bukan dari diri mereka sendiri.
Hari ini kita diingatkan bahwa memang pada dasarnya, manusia senang dipuji dan dihormati. Ketika berhasil, kita mudah merasa hebat. Ketika dipakai Tuhan, kita bisa mulai mencari pengakuan manusia.
Padahal semua yang kita miliki—kemampuan, kesempatan, bahkan keberhasilan—adalah anugerah Tuhan.
Paulus dan Barnabas mengajarkan bahwa pelayan Tuhan sejati tidak mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi mengarahkan semua hormat kepada Tuhan.
Marilah kita belajar rendah hati dan mengembalikan segala kemuliaan hanya kepada Tuhan. Sebab tanpa Tuhan, kita tidak dapat melakukan apa-apa.
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin