“’Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru, Khianat, Khianat.’ 2 Raja-raja 11:14. Tetapi Yoyada memerintahkan kepala pasukan untuk menangkap Atalya beserta dengan seluruh pengikutnya dan membawa mereka ke luar ke tempat pelaksanaan hukuman mati, di mana mereka akan dibunuh.”
Prophets and Kings 216.2
“Begitulah kebinasaan anggota terakhir dari keluarga Ahab. Kejahatan hebat yang telah terjadi melalui persekutuannya dengan Izebel, berlangsung terus hingga keturunannya yang terakhir sudah dibinasakan. Di tanah Yehuda pun, di mana penyembahan kepada Allah yang benar secara resmi tidak pernah dilalaikan, Atalya telah berhasil membunuh banyak orang. Tidak lama setelah pelaksanaan hukuman mati terhadap ratu yang durhaka itu ‘masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merubuhkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu.’ Ayat 18.”
Prophets and Kings 216.3
“Suatu pembaharuan mengikuti peristiwa ini.”
Prophets and Kings 216.4
Jadi, setelah rumah Baal beserta patung dan mezbahnya akhirnya dirobohkan dan dipecahkan, serta imam Baal juga dibunuh, maka terjadilah pembaharuan atau reformasi.
Begitu juga dengan hidup kita, jika ingin ada pembaharuan dalam hidup kita, hancurkan berhala kita karena kita tidak bisa memiliki dua tuan. Mengapa? Karena “Ketika kita melayani dosa, kita tidak dapat melayani Kristus.” (The Sanctified Life 92.2)
Kiranya renungan hari ini boleh menguatkan kita semua untuk meninggalkan berhala kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin