Ketika kita memiliki masalah, kepada siapa kita meminta nasihat atau petunjuk? Apakah kita akan berlaku seperti Raja Ahazia?
Suatu hari Raja Ahazia jatuh dan menjadi sakit, lalu ia mengirim utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub mengenai apakah ia akan sembuh dari penyakit ini.
Raja Ahazia meminta petunjuk kepada Baal-Zebub seakan-akan tidak ada Allah di Israel. Lalu bagaimana akhir dari hidup Raja Ahazia?
“Berkatalah Elia kepada raja: ‘Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel untuk ditanyakan firman-Nya, maka sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati.’ Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia ….”
2 Raja-raja 1:16-17
Dalam kehidupan kita, apakah kita juga sering meminta petunjuk kepada para peramal atau mempercayai ramalan-ramalan seperti shio, zodiak, atau lainnya?
Hari ini kita diingatkan untuk selalu meminta petunjuk, nasihat, atau bertanya kepada Tuhan ketika kita bimbang atau pun menghadapi sebuah masalah. Percayalah bahwa nasihat Tuhan adalah yang terbaik sehingga pada akhirnya kita bisa bersyukur dan memuji Tuhan atas nasihatnya kepada kita.
“Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku ….”
Mazmur 16:7
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin