Dalam pasal ini, Rasul Paulus melanjutkan pembahasannya tentang memberi. Namun ia tidak hanya berbicara tentang jumlah, melainkan tentang hati di balik pemberian itu.
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
2 Korintus 9:7
Memberi yang berkenan di hadapan Tuhan bukanlah pemberian yang dilakukan karena terpaksa, melainkan yang lahir dari hati yang rela dan penuh sukacita.
“Lebih baik tidak memberi sama sekali daripada memberi dengan bersungut-sungut; sebab jika kita memberikan dari apa yang kita miliki tanpa kerelaan hati, itu berarti kita menghina Tuhan.”
Counsels on Stewardship 199.1
Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita berikan, tetapi juga sikap hati kita saat memberi. Pemberian yang disertai keluhan atau keterpaksaan kehilangan makna di hadapan-Nya.
Namun firman Tuhan juga mengingatkan kita bahwa memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Justru, Tuhan sanggup melimpahkan kasih karunia-Nya, sehingga kita selalu berkecukupan, bahkan berkelebihan untuk setiap perbuatan baik.
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”
2 Korintus 9:8
Karena itu, mari belajar memberi dengan hati yang rela. Percayalah, Tuhan sanggup mencukupkan, bahkan melimpahkan berkat-Nya dalam hidup kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin