“Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
2 Korintus 2:15
Rasul Paulus menggunakan gambaran yang unik: bau yang harum. Pada zaman itu, aroma sering dikaitkan dengan kemenangan atau persembahan. Paulus ingin menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya memancarkan “aroma Kristus.”
Apa maksudnya aroma Kristus?
“Kita yang mengaku percaya pada kebenaran hendaknya menyatakan buah-buahnya dalam perkataan dan karakter kita … sehingga semua sumber hati dapat seperti bunga, harum dengan parfum, aroma yang manis, aroma kehidupan yang membawa kepada kehidupan.”
Our High Calling 33.5
Artinya, hidup kita selalu memancarkan sesuatu. Sikap, perkataan, dan tindakan kita bisa membawa orang lebih dekat kepada Tuhan, atau justru menjauh.
Ketika kita hidup dekat dengan Kristus, maka secara alami:
- Kasih-Nya terlihat dalam sikap kita
- Kesabaran-Nya terpancar dalam perkataan kita
- Kebaikan-Nya dirasakan oleh orang lain
Aroma itu tidak dibuat-buat, tetapi mengalir dari hati yang sudah diubahkan oleh Kristus. Semakin kita tinggal di dalam Dia, semakin hidup kita menjadi kesaksian yang hidup bagi dunia.
Kiranya setiap hari, hidup kita memancarkan aroma Kristus—aroma kasih, kesabaran, dan kebaikan—sehingga melalui kita, orang lain dapat merasakan kehadiran Tuhan dan ditarik kepada-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin