Setelah dituduh secara keliru dan menjadi sasaran amukan massa, Paulus ditangkap oleh pasukan Romawi. Keadaan saat itu sangat kacau. Orang banyak berteriak-teriak, emosi memuncak, dan nyawa Paulus berada dalam bahaya.
Namun di tengah situasi yang menegangkan itu, Paulus menunjukkan sikap yang luar biasa.
Alkitab mencatat:
“… ia [Paulus] berkata kepada kepala pasukan itu: ‘Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?’”
Kisah Para Rasul 21:37
Alih-alih panik, marah, atau putus asa, Paulus tetap tenang karena ia tahu bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan.
Ketenangan seperti ini tidak muncul secara tiba-tiba. Ketenangan Paulus lahir dari hubungan yang dekat dengan Tuhan dan keyakinan bahwa Tuhan tetap memimpin hidupnya.
Setelah keadaan mulai tenang, Paulus meminta izin untuk berbicara kepada orang banyak.
Apa yang akan ia katakan kepada mereka yang baru saja berusaha membunuhnya? Apakah ia akan membela dirinya, ataukah ia akan menggunakan kesempatan itu untuk bersaksi tentang Kristus? Kita akan melihat jawabannya dalam perenungan berikutnya.
Hari ini kita belajar bahwa orang yang berjalan bersama Tuhan bukan berarti tanpa masalah, tetapi mereka bisa mendapatkan ketenangan di tengah masalah.
Ketenangan sejati lahir dari keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali.
Kiranya ketika badai kehidupan datang, kita juga dapat tetap tenang karena mengetahui bahwa hidup kita berada di dalam tangan Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin