Setelah menyampaikan nasihat terakhir kepada para penatua jemaat Efesus, Paulus mengingatkan mereka tentang prinsip hidup yang selama ini ia teladankan.
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”
Kisah Para Rasul 20:35
Paulus tidak hanya mengajarkan kebenaran ini melalui perkataannya, tetapi juga melalui hidupnya. Selama pelayanannya, ia sering bekerja dengan tangannya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya dan bahkan membantu orang lain.
Bagi Paulus, hidup bukanlah tentang apa yang bisa ia peroleh, melainkan tentang apa yang bisa ia berikan.
Prinsip ini sangat berbeda dengan cara berpikir dunia. Dunia mengajarkan bahwa kebahagiaan diperoleh dengan memiliki lebih banyak, mengumpulkan lebih banyak, dan menerima lebih banyak.
Namun Yesus mengajarkan bahwa sukacita sejati justru ditemukan ketika kita memberi.
Memberi tidak selalu berbicara tentang uang. Kita dapat memberi perhatian kepada mereka yang kesepian, memberi waktu kepada keluarga, memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita, memberi semangat kepada mereka yang putus asa, atau memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.
Sering kali pemberian yang paling berharga bukanlah yang berasal dari kelimpahan, tetapi yang diberikan dengan kasih.
“Semangat bekerja tanpa mementingkan diri sendiri demi kebaikan orang lain memberikan kedalaman, kestabilan, dan keindahan yang serupa dengan Kristus kepada karakter, serta membawa damai dan kebahagiaan kepada orang yang memilikinya.”
Steps to Christ 80.2
Semakin kita hidup untuk memberkati orang lain, semakin kita mengalami sukacita yang Tuhan ingin berikan kepada kita.
Dunia sering bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan?” Tetapi Kristus mengajar kita untuk bertanya, “Apa yang bisa saya berikan?”
Hidup yang berpusat pada diri sendiri pada akhirnya akan meninggalkan kehampaan. Sebaliknya, hidup yang dipakai untuk melayani dan memberkati sesama akan menghasilkan sukacita yang lebih dalam dan bertahan lama.
Hari ini, marilah kita mencari kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin