Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang yang fasih berbicara, menguasai Kitab Suci, dan sangat bersemangat dalam memberitakan tentang Tuhan.
“Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti mengajar tentang Yesus ….”
Kisah Para Rasul 18:25
Namun ada satu hal yang masih kurang. Pengetahuan Apolos belum lengkap. Ia baru mengetahui baptisan Yohanes dan belum memahami seluruh kebenaran Injil dengan tepat.
Ketika Priskila dan Akwila mendengarnya berbicara, mereka tidak merendahkan atau mempermalukannya di depan umum. Sebaliknya, mereka dengan kasih menjelaskan kepadanya jalan Tuhan dengan lebih teliti.
“Mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.”
Kisah Para Rasul 18:26
Hal yang paling indah dan mengesankan adalah Apolos mau belajar.
Meskipun ia sudah pandai berbicara dan dipakai Tuhan, ia tetap rendah hati menerima pengajaran. Karena kerendahan hati itulah, Tuhan kemudian memakai Apolos lebih besar lagi dalam pelayanan.
Hari ini kita belajar bahwa kadang seseorang bisa merasa cukup rohani, cukup tahu, atau tidak mau dikoreksi lagi. Namun orang yang sungguh dipimpin Tuhan akan tetap memiliki hati yang mau belajar dan dibentuk.
Kerendahan hati sangat penting dalam pertumbuhan rohani. Tuhan tidak mencari orang yang merasa paling benar, tetapi hati yang mau diajar.
Oleh karena itu, marilah kita memiliki hati yang rendah dan mau terus belajar firman Tuhan.
Kiranya Tuhan menolong kita agar tidak cepat merasa cukup, tetapi terus bertumbuh dalam pengenalan akan Dia.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin