Dalam pasal ini, bangsa Yehuda datang kepada Yeremia dan memohon agar ia berdoa kepada Tuhan untuk menunjukkan jalan yang harus mereka tempuh (ay. 3). Mereka berkata, “Maupun baik ataupun buruk, kami akan mendengarkan suara TUHAN.” (ay. 6). Namun, ketika Tuhan menjawab bahwa mereka harus tetap tinggal di tanah itu dan tidak pergi ke Mesir, mereka menolak dan justru memilih jalannya sendiri (ay. 9, 10, 21).
“Semoga TUHAN, Allahmu, memberitahukan kepada kami jalan yang harus kami tempuh dan apa yang harus kami lakukan.”
Yeremia 42:3
“Maupun baik ataupun buruk, kami akan mendengarkan suara TUHAN, Allah kita ….”
Yeremia 42:6
“… sekalipun aku memberitahukannya kepadamu pada hari ini, kamu tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, yaitu tidak menuruti segala sesuatu yang disuruh-Nya kusampaikan kepadamu.”
Yeremia 42:21
Sering kali kita juga seperti bangsa Yehuda. Kita berdoa dan meminta petunjuk jalan yang harus mereka tempuh kepada Tuhan, tetapi ketika jawaban-Nya tidak sesuai dengan keinginan kita, kita menolaknya.
Kadang kita berdoa minta petunjuk, tapi menolak arah yang Tuhan tunjuk.
Ketaatan sejati bukan hanya mendengarkan firman Tuhan, tapi juga melakukan apa yang Ia katakan, meskipun itu tidak nyaman dan tidak sejalan dengan rencana kita.
Ingatlah bahwa Tuhan memang tidak selalu menuntun ke jalan yang kita mau, tetapi Ia akan selalu menuntun kita ke jalan yang terbaik.
Oleh karena itu, taatlah meski jalan Tuhan berbeda dari rencanamu karena di sanalah berkat dan perlindungan sejati menanti.
Apakah kita benar-benar siap untuk taat, bahkan ketika jawaban-Nya bertentangan dengan keinginan dan logika kita? Jawablah dalam hati kita masing-masing.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin