Pasal ini adalah kelanjutan dari tragedi yang terjadi setelah Babel menghancurkan Yerusalem. Ada kisah yang mana mencatat bahwa gubernur yang ditunjuk Babel, yaitu Gedalya, dibunuh.
“maka bangkitlah Ismael bin Netanya dengan kesepuluh orang yang ada bersama-sama dia, lalu mereka memukul mati Gedalya bin Ahikam bin Safan dengan pedang; demikianlah Ismael membunuh dia yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.”
Yeremia 41:2
Apakah Anda tahu bahwa peristiwa ini sudah disampaikan terlebih dahulu? Mari kita mundur membaca di pasal sebelumnya.
“dan mereka berkata kepadanya: ‘Tahukah engkau bahwa Baalis, raja bani Amon, telah menyuruh Ismael bin Netanya membunuh engkau?’ Tetapi Gedalya bin Ahikam tidak percaya kepada mereka.”
Yeremia 40:14
Gedalya telah diperingatkan tentang rencana pembunuhan ini oleh Yohanan, tetapi ia menolak untuk mempercayainya, bahkan menyebut kabar itu sebagai “kebohongan” (Yeremia 40:13-16). Pada akhirnya ini semua menjadi kenyataan.
Dari sini kita diingatkan untuk tidak mengabaikan peringatan yang diberikan. Tuhan bisa menggunakan orang lain untuk memberi peringatan bagi kita semua. Oleh karena itu, kita perlu berdoa dan bersikap bijak di dalam menyikapi sebuah nasihat atau peringatan. Pastikan peringatan ini memang berasal dari Tuhan. Jika itu dari Tuhan, jangan abaikan itu.
Kiranya renungan ini boleh menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak mengabaikan peringatan dari Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin