Kemarin kita sudah membaca mengenai kejatuhan Yerusalem. Sebagian besar penduduk dibuang ke Babel, tetapi Yeremia mendapatkan perlakuan khusus dari penjajah Babel. Dia dibebaskan dan diberi pilihan: pergi ke Babel dengan jaminan keamanan, atau tinggal di tanah Yehuda dengan umat yang tersisa.

Apa pilihan Yeremia? Jika ia memilih untuk pergi ke Babel berarti hidupnya akan terjamin dan terpelihara. Jika ia memilih tinggal di Yehuda berarti ia akan menghadapi ketidakpastian.

Pilihan Yeremia dicatat di ayat 6, “Jadi pergilah Yeremia kepada Gedalya bin Ahikam di Mizpa, dan diam bersama-sama dengan dia di tengah-tengah rakyat yang masih tinggal di negeri itu.” (Yeremia 40:6)

Jadi Yeremia memilih untuk tetap tinggal di Yehuda. Lalu pelajaran apa yang bisa kita dapat? Saya secara pribadi merenungkan kisah ini dan belajar satu hal yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita.

Hidup itu penuh pilihan dan apa pun yang kita pilih, kita harus menyadari bahwa ada konsekuensi yang akan kita tanggung. Jadi pilihlah dengan bijak dan jangan lupa untuk berdoa dan bertanya kepada Tuhan untuk setiap pilihan yang kita ambil.

Hidupmu adalah hasil dari pilihanmu. Pastikan setiap pilihanmu disertai doa, bukan sekadar keinginan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: