“Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.”
Ulangan 16:16-17
Kita diajarkan untuk datang kepada Tuhan tidak dengan tangan kosong. Kita diajar untuk memberi dari hati yang penuh syukur, sesuai dengan berkat yang Tuhan sudah berikan. Pena inspirasi mencatat mengenai hal ini. Mari kita baca.
“Dalam sistem persepuluhan dan persembahan dalam Alkitab, jumlah yang diberikan oleh setiap orang tentu akan sangat bervariasi, karena disesuaikan dengan penghasilan masing-masing. Bagi orang miskin, persepuluhan akan relatif kecil, dan pemberiannya akan sesuai dengan kemampuannya. Namun, bukan besarnya pemberian yang membuat persembahan itu berkenan kepada Allah; melainkan motif hati, roh syukur dan kasih yang diungkapkannya. Janganlah orang miskin merasa bahwa pemberian mereka begitu kecil sehingga tidak layak diperhatikan. Biarlah mereka memberi sesuai dengan kemampuan mereka, dengan perasaan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah, dan bahwa Allah akan menerima persembahan mereka.”
In Heavenly Places 304.3
Jadi, marilah kita memberi dengan sukacita serta penuh dengan ucapan syukur dan sesuai dengan kemampuan kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin