Pasal ini adalah penutup dari kitab ini dan juga momen kerajaan Yehuda sebelum dibuang ke Babel.
Saat membaca pasal ini, saya merenungkan ayat 11-16. Sebuah kisah di mana Zedekia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan serta semua pemimpin di antara para imam dan rakyat juga sering berubah setia hingga Tuhan mengutus para nabi untuk menyampaikan pesan ke mereka, tetapi mereka mengolok-olok dan mengejek mereka. Ini menyebabkan murka Tuhan tidak bisa ditahan lagi.
“Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia … Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya. Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.”
2 Tawarikh 36:14-16
Ketika membaca ini, kita semua diingatkan beberapa hal.
Pertama, jika ada seseorang yang diutus Tuhan untuk menegur dosa kita, jangan abaikan mereka, tetapi berdoalah kepada Tuhan dengan kerendahan hati agar kita bisa menerima teguran itu dan berubah.
Kedua, penolakan terus-menerus terhadap Tuhan membawa kehancuran. Memang Tuhan itu panjang sabar dengan mengutus nabi-nabi-Nya berkali-kali, tetapi ketika kita keras hati dan menolak terus, akhirnya kita akan menanggung akibatnya.
Jadi, jangan anggap enteng peringatan dari Tuhan melalui nabi-Nya. Kalau kita terus menolak suara Tuhan, kita bisa jadi buta terhadap kehendak-Nya. Marilah kita lebih rendah hati untuk bisa mendengar suara Tuhan dan mengerti kehendak-Nya.
“… ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu …’”
Ibrani 3:15
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin