Pasal ini menceritakan tentang Ahas, raja yang menolak Tuhan, dan akibatnya sangat tragis. Apa saja yang ia lakukan? Baca kisah lengkapnya di pasal ini. Hari ini kita hanya akan membahas satu saja.
“Ia membakar juga korban di Lebak Ben-Hinom dan membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.”
2 Tawarikh 28:3
Kita semua tahu bahwa ada aturan persembahan korban yang memang Tuhan sudah perintahkan kepada bangsa Israel, tetapi saat ini gagasan tentang persembahan korban yang bersifat seremonial telah dicampuradukkan dengan tradisi-tradisi kafir. Padahal persembahan korban yang Tuhan berikan adalah petunjuk supaya mereka dapat memahami makna sebenarnya, yaitu Anak Domba Allah disembelih atau Yesus Kristus yang akan mati bagi kita semua.
Sangat berbahaya ketika kita berkompromi atau mencampuradukkan antara kebenaran dan kepalsuan. Berbahaya ketika kita ikut-ikutan tradisi atau kebiasaan orang banyak yang ternyata salah di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, janganlah kita ikut-ikutan yang salah atau terpengaruh dengan sebuah kebiasaan atau tradisi yang salah.
“Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan ….”
Keluaran 23:2
Kiranya kita boleh selalu melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan dan tidak mengikuti kebiasaan orang yang melakukan kejahatan serta tidak berkompromi dengan dosa.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin