Pasal ini menceritakan masa Raja Hizkia, seorang pemimpin yang mengembalikan Yehuda kepada Tuhan. Pasal ini banyak berbicara tentang pemulihan, pertobatan, dan kebangkitan rohani.
Ketika membaca pasal ini, saya tertarik dengan ayat 3.
“Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya.”
2 Tawarikh 29:3
Saat membaca ayat tersebut, saya belajar bahwa di awal pemerintahannya, ia langsung memprioritaskan rumah Tuhan dan ibadah. Kita bisa melihat bahwa Hizkia tidak menunda-nunda dan juga ini menunjukkan kerinduan untuk menempatkan Tuhan sebagai yang utama.
Sekarang mari kita refleksikan diri kita sendiri. Apakah kita menjadikan Tuhan sebagai pusat atau yang utama dalam hidup kita? Jawablah dalam hati kita masing-masing.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin