Pasal ini menceritakan masa Raja Hizkia, seorang pemimpin yang mengembalikan Yehuda kepada Tuhan. Pasal ini banyak berbicara tentang pemulihan, pertobatan, dan kebangkitan rohani.

Ketika membaca pasal ini, saya tertarik dengan ayat 3.

Saat membaca ayat tersebut, saya belajar bahwa di awal pemerintahannya, ia langsung memprioritaskan rumah Tuhan dan ibadah. Kita bisa melihat bahwa Hizkia tidak menunda-nunda dan juga ini menunjukkan kerinduan untuk menempatkan Tuhan sebagai yang utama.

Sekarang mari kita refleksikan diri kita sendiri. Apakah kita menjadikan Tuhan sebagai pusat atau yang utama dalam hidup kita? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: