Pasal ini menceritakan tentang Raja Asa pada akhir pemerintahannya. Di awal pemerintahannya, Asa dikenal sebagai raja yang mengandalkan Tuhan, tetapi ketika menghadapi ancaman dari Raja Baesa dari Israel, Asa malah mengandalkan bantuan dari Raja Benhadad dari Aram (Syria), bukan dari Tuhan.
“Kegagalan bergantung pada Allah saat dibutuhkan, ditegur dengan keras oleh nabi Hanani .…”
Prophets and Kings 113.1
“Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: ‘Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.’”
2 Tawarikh 16:7
Di akhir hidupnya, Asa menderita penyakit pada kakinya, tetapi tidak mencari pertolongan Tuhan, hanya mengandalkan tabib.
“Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.”
2 Tawarikh 16:12
Dua kali di pasal ini menceritakan bagaimana Raja Asa tidak mengandalkan Tuhan, padahal pada pasal 14 (baca lagi perenungan 2 Tawarikh 14) kita bisa melihat bagaimana Asa mengandalkan Tuhan.
“Catatan panjang tentang kesetiaan perbaktian Asa dinodai oleh beberapa kesalahan, yang dilakukannya ketika ia gagal bergantung sepenuhnya pada Allah.”
Prophets and Kings 113.1
Hari ini kita diingatkan lagi untuk selalu mengandalkan Tuhan di dalam segala situasi, bukan mengandalkan manusia atau kekuatan sendiri.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin