Pasal ini mengalihkan fokus kita dari masa kejayaan Salomo ke awal perpecahan bangsa Israel. Di sinilah muncul Rehabeam, anak Salomo, dan keputusan yang diambilnya yang membawa dampak besar bagi sejarah Israel. Pasal ini penuh dengan pelajaran tentang kepemimpinan, hikmat, dan pentingnya mendengarkan nasihat yang benar.
Diawali dengan permintaan orang Israel kepada Rehabeam, “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.” (2 Tawarikh 10:4)
Lalu apa yang dilakukan Rehabeam?
Rehabeam berkonsultasi dengan dua kelompok, yaitu tua-tua yang berhikmat dan teman-temannya yang sebaya. Sayangnya, dia mengabaikan nasihat bijak dan mengikuti dorongan arogan dari teman-temannya (baca kisah lengkapnya pada ayat 6-14).
“Dimegahkan oleh hari depannya untuk memegang otoritas tertinggi pemerintahan, Rehabeam memutuskan untuk mengabaikan nasihat orang tua-tua dalam kerajaannya, dan menjadikan orang-orang muda sebagai penasihatnya.”
Prophets and Kings 89.4
Dari sini kita belajar bahwa di dalam mengambil keputusan, kita harus berhati-hati dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar kita tahu nasihat siapa yang seharusnya kita dengarkan. Mintalah tuntunan Tuhan di dalam setiap keputusan yang akan kita ambil.
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin