Dalam pasal ini, Yeremia menuliskan surat kepada orang-orang Yehuda yang diasingkan ke Babel. Mereka sedang berada dalam situasi sulit (jauh dari tanah air, hidup di negeri asing, putus asa, dll). Namun, melalui Yeremia, Allah memberikan pengharapan dan arahan.

Di tengah ketidakpastian, ayat ini bagaikan pelampung penyelamat. Ini adalah harapan yang diberikan kepada orang Yehuda saat itu, begitu juga dengan kita saat ini.

Ketika kita tidak mengerti mengapa hal-hal yang buruk terjadi dalam hidup kita, ayat ini mengingatkan kita bahwa meskipun jalan yang ditempuh penuh dengan liku-liku dan penderitaan, tetapi rencana-Nya selalu mengarah pada kebaikan, damai sejahtera, dan harapan.

Kiranya ayat dan renungan singkat ini boleh menjadi kekuatan bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: