“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”
Roma 8:23, 25
Meskipun kita telah percaya kepada Kristus, kita masih hidup di dunia yang penuh penderitaan. Kita masih dapat mengalami sakit, kehilangan, kekecewaan, dan kematian. Inilah sebabnya Paulus mengatakan bahwa kita pun mengeluh dalam hati sambil menantikan pembebasan tubuh kita.
Kita masih menantikan saat ketika Kristus datang kembali dan membebaskan umat-Nya dari kebinasaan.
Karena itu, menjadi orang percaya bukan berarti kita tidak pernah merasa sedih atau lelah. Kita boleh merasakan kesedihan, tetapi kita tidak perlu kehilangan pengharapan. Kita masih menantikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada apa yang kita alami sekarang.
Paulus berkata bahwa jika kita mengharapkan apa yang belum kita lihat, kita harus menantikannya dengan tekun. Artinya, kita tetap percaya kepada janji Tuhan meskipun penggenapannya belum terlihat. Kita tetap setia sekalipun doa belum terjawab dan keadaan belum berubah.
Menunggu bukan berarti hidup tanpa melakukan apa-apa. Selama menantikan kedatangan Kristus, kita tetap menjalani tanggung jawab, mengasihi sesama, dan setia kepada Tuhan.
Kita belum melihat penggenapan janji Tuhan, tetapi kita dapat tetap setia karena percaya kepada-Nya.
Kiranya kita terus berpegang pada janji penebusan, menjalani hari ini dengan iman, dan menantikan kedatangan Kristus dengan tekun.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin
