“Hukum Taurat menyingkapkan dosa-dosa manusia, namun tidak menyediakan jalan keluarnya. Meskipun hukum itu menjanjikan kehidupan bagi mereka yang taat, hukum itu juga menyatakan bahwa kematian adalah bagian bagi pelanggar hukum tersebut. Hanya Injil Kristus yang dapat membebaskan manusia dari penghukuman atau pencemaran dosa. Ia harus bertobat kepada Allah, yang hukum-Nya telah dilanggar, dan beriman kepada Kristus, yang telah menjadi korban pendamaian baginya. Dengan demikian, ia memperoleh ‘pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu’ dan menjadi bagian dari kodrat ilahi. Ia menjadi anak Allah karena telah menerima Roh yang mengangkatnya menjadi anak,  yang olehnya ia berseru: ‘Abba, Bapa!’”

The Great Controversy 467.4

Menjadi anak Allah berarti kita memiliki hubungan yang baru dengan-Nya. Kita tidak perlu terus datang kepada Tuhan dengan ketakutan seolah-olah kita tidak memiliki tempat di hadapan-Nya. Melalui Kristus, kita dapat datang kepada-Nya dengan membawa kelemahan, pergumulan, dan kebutuhan kita. 

Betapa besar hak istimewa yang Tuhan berikan! Kita yang membutuhkan pengampunan dapat diterima menjadi anak-anak-Nya. Hubungan ini bukan sesuatu yang kita peroleh karena keberhasilan atau kebaikan kita sendiri, melainkan karena kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus. 

Di dalam Kristus, kita bukan hanya menerima pengampunan, tetapi juga diterima menjadi anak-anak Allah. 

Kiranya kita datang kepada-Nya dengan iman, belajar mempercayai kasih-Nya, dan hidup sebagai anak-anak yang rindu menyenangkan hati Bapa. 

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: