Paulus kembali menegaskan bahwa hukum Allah bukanlah penyebab kematian manusia. Hukum itu baik. Masalahnya adalah dosa yang ada dalam diri manusia. 

Melalui perintah Tuhan, kita dapat melihat bahwa dosa bukan sekadar kesalahan kecil yang tidak memiliki akibat. Dosa merusak hubungan kita dengan Tuhan dan membawa kita menjauh dari kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Nya. 

Sering kali kita menganggap suatu dosa tidak terlalu serius karena banyak orang juga melakukannya. Kita mungkin berpikir, “Tidak apa-apa, yang penting saya tidak merugikan orang lain” atau “Sekali ini saja tidak masalah.”

“Janganlah kita menganggap dosa sebagai sesuatu yang sepele.”

That I May Know Him 255.3

Namun, ketika kita terus meremehkan dosa, kita bisa kehilangan kepekaan terhadap kesalahan kita sendiri. Hati yang dahulu merasa bersalah perlahan-lahan bisa menjadi terbiasa dengan hal yang salah. 

Bayangkan seseorang yang terus mengabaikan tanda-tanda penyakit. Bukan berarti penyakit itu tidak berbahaya hanya karena ia tidak merasakan akibatnya secara langsung. Demikian juga, dosa tidak menjadi ringan hanya karena akibatnya belum terlihat saat ini. 

Firman Tuhan menolong kita melihat keadaan yang sebenarnya. Ketika kita menyadari betapa seriusnya dosa, tujuan kita bukanlah menjadi takut dan putus asa, melainkan semakin memahami mengapa kita membutuhkan Kristus. 

Ketika Tuhan menunjukkan kesalahan kita, belajarlah mengakuinya dan datang kepada-Nya untuk memohon pengampunan serta pertolongan. 

Semakin kita memahami betapa seriusnya dosa, semakin kita menyadari betapa kita membutuhkan Kristus. 

Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak meremehkan dosa, tetapi juga tidak menyerah dalam keputusasaan. Biarlah kesadaran akan dosa membawa kita semakin dekat kepada Kristus, satu-satunya Juruselamat kita. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: