“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu … Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.”
Roma 6:16-18
Paulus menggunakan gambaran yang sederhana: siapa yang kita taati menunjukkan siapa yang sedang menguasai hidup kita.
Dahulu kita adalah hamba dosa. Kita mungkin merasa bebas melakukan apa saja, tetapi sebenarnya dosa dapat membuat kita terikat pada kebiasaan dan keinginan yang salah.
Sekarang, melalui Kristus, kita menerima kebebasan yang berbeda. Kebebasan itu bukan berarti kita boleh melakukan apa saja yang kita inginkan. Kita dibebaskan dari perbudakan dosa supaya dapat memilih untuk taat kepada Tuhan.
“Satu-satunya kebebasan yang dapat dinikmati oleh kehendak manusia yang terbatas adalah ketika kehendak itu selaras dengan kehendak Allah.”
Review and Herald, November 24, 1885, par. 7
Karena itu, ketaatan bukanlah kehilangan kebebasan. Justru ketika kita memilih Tuhan, kita tidak lagi harus menjadi budak dari keinginan yang merusak hidup kita.
Merdeka dari dosa berarti bebas untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan.
“Dalam perubahan yang terjadi ketika jiwa berserah kepada Kristus, terdapat kebebasan yang paling sejati.”
The Desire of Ages 466.4
Setiap hari kita diperhadapkan pada pilihan. Mengikuti emosi atau memilih pengendalian diri. Membalas atau mengampuni. Berbohong untuk keuntungan sendiri atau tetap berkata jujur. Mengikuti keinginan sesaat atau memilih apa yang menyenangkan hati Tuhan.
Pilihan-pilihan kecil itu menunjukkan kepada siapa kita menyerahkan hidup kita.
Mungkin menaati Tuhan tidak selalu mudah. Tetapi kita tidak dipanggil untuk taat dengan kekuatan sendiri. Kristus telah membebaskan kita agar kita dapat belajar hidup dalam kebenaran bersama-Nya.
Kebebasan sejati bukan melakukan semua yang kita mau, tetapi memiliki kebebasan untuk memilih yang benar.
Kiranya kita menggunakan kebebasan yang Tuhan berikan bukan untuk kembali kepada kehidupan lama, tetapi untuk semakin sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan kepada-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin