Apakah mungkin seseorang yang begitu keras menentang Tuhan justru dipakai-Nya secara luar biasa?

Pasal ini memperkenalkan kita pada Saulus—seorang yang begitu giat menganiaya jemaat. Ia bahkan pergi ke Damsyik dengan tujuan menangkap orang-orang percaya. Namun di tengah perjalanan, sesuatu yang tak terduga terjadi.

Tuhan sendiri menghentikannya dan tiba-tiba cahaya dari langit mengelilinginya, dan ia mendengar suara: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah Para Rasul 9:4)

Pertemuan itu mengubah segalanya. Saulus tidak hanya berhenti menganiaya—ia bertobat. Dari seorang penentang, ia menjadi pengikut Kristus. Dari penganiaya, ia menjadi saksi.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa tidak ada hati yang terlalu keras untuk dijamah Tuhan. Tidak ada masa lalu yang terlalu gelap untuk diubahkan-Nya.

Namun perubahan itu tidak terjadi instan tanpa proses. Saulus harus dibutakan, direndahkan, dan belajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam kegelapan itu, Tuhan sedang membentuk hidupnya untuk rencana yang besar.

Sering kali kita juga ingin perubahan yang instan. Tetapi Tuhan bekerja melalui proses—membentuk hati, mengubah cara pandang, dan menuntun kita langkah demi langkah.

Oleh karena itu, marilah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, percaya bahwa setiap proses yang kita lalui sedang membentuk kita menjadi alat-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: