Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi sangat dalam maknanya, yaitu kualitas iman jemaat mula-mula.

Seorang nabi bernama Agabus datang dan, oleh pimpinan Roh Kudus, menubuatkan bahwa akan terjadi kelaparan besar. Ini bukan kabar yang ringan. Dalam situasi seperti ini, wajar jika orang menjadi khawatir, bahkan fokus pada keselamatan diri sendiri.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Mereka tidak panik, dan tidak hanya menjadi pendengar firman—mereka mengambil langkah nyata.

Alkitab mencatat:

Masing-masing memberi menurut kemampuannya. Tidak ada paksaan, hanya hati yang tergerak untuk peduli.

Di sini kita melihat bahwa iman mereka tidak hanya dinyatakan dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan. Iman yang hidup selalu dinyatakan dalam tindakan.

Hal ini sejalan dengan firman Tuhan yang berkata:

Karena itu, marilah kita membuktikan iman kita melalui tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: