Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi sangat dalam maknanya, yaitu kualitas iman jemaat mula-mula.
Seorang nabi bernama Agabus datang dan, oleh pimpinan Roh Kudus, menubuatkan bahwa akan terjadi kelaparan besar. Ini bukan kabar yang ringan. Dalam situasi seperti ini, wajar jika orang menjadi khawatir, bahkan fokus pada keselamatan diri sendiri.
Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka tidak panik, dan tidak hanya menjadi pendengar firman—mereka mengambil langkah nyata.
Alkitab mencatat:
“Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.”
Kisah Para Rasul 11:29
Masing-masing memberi menurut kemampuannya. Tidak ada paksaan, hanya hati yang tergerak untuk peduli.
Di sini kita melihat bahwa iman mereka tidak hanya dinyatakan dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan. Iman yang hidup selalu dinyatakan dalam tindakan.
Hal ini sejalan dengan firman Tuhan yang berkata:
“… Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
Yakobus 2:17
Karena itu, marilah kita membuktikan iman kita melalui tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin