Pasal ini membahas tentang Raja Yosia —salah satu raja terbaik Yehuda, meskipun ia memerintah di usia sangat muda. Hari ini kita akan membahas satu ayat yang bagi saya menarik.
“Oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan Allah pada waktu engkau mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, oleh karena engkau merendahkan diri di hadapan-Ku, mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Aku pun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN,”
2 Tawarikh 34:27
Sehubungan dengan ayat tersebut, pena inspirasi menjelaskan pada paragraf di bawah ini.
“Ketika kita jatuh, tak berdaya, menderita akibat kesadaran kita akan dosa; ketika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan … ketika kita mempersembahkan doa-doa kita yang sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam nama Kristus; kita pasti akan diterima oleh Bapa sebagaimana kita dengan tulus menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.”
That I May Know Him 265.2
Tuhan memperhatikan hati yang hancur, tak berdaya, dan remuk. Meskipun hukuman atas bangsa itu tetap akan datang, tetapi karena kerendahan hati Yosia, Tuhan memberinya masa damai.
Dari sini kita diingatkan pentingnya merendahkan diri di hadapan Tuhan dan bersungguh-sungguh menyesal atas semua dosa atau kesalahan yang kita lakukan.
Semoga renungan ini boleh mengingatkan kita semua untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin