Renungan hari ini agak panjang, mohon luangkan waktu untuk membacanya.
Dalam 1 Korintus pasal 14, rasul Paulus memberikan beberapa syarat atau prinsip penggunaan bahasa roh agar ibadah tetap membangun jemaat dan berlangsung dengan tertib. Pasal ini tidak melarang bahasa roh, tetapi mengaturnya supaya tidak menimbulkan kekacauan.
Berikut beberapa syarat yang dijelaskan Paulus:
1. Harus ada penafsiran
“Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya”
1 Korintus 14:13
Jika tidak ada yang menafsirkan, maka bahasa roh tidak membangun jemaat, karena tidak ada yang mengerti.
2. Jika tidak ada penafsir, harus diam
“Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat .…”
1 Korintus 14:28
Artinya bahasa roh tidak boleh diucapkan di depan jemaat jika tidak ada penafsiran.
3. Dilakukan dalam kelompok kecil
“Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang ….”
1 Korintus 14:27
Paulus membatasi hanya 2-3 orang saja yang berbicara dalam bahasa roh supaya ibadah tetap teratur.
4. Dilakukan bergiliran
“… seorang demi seorang ….”
1 Korintus 14:27
Tidak boleh berbicara bersamaan sehingga menimbulkan kekacauan, tetapi bergantian.
5. Tujuannya untuk membangun jemaat
Di seluruh pasal ini Paulus menekankan prinsip utama:
“… semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”
1 Korintus 14:26
Jadi bahasa roh juga harus digunakan untuk membangun jemaat.
Dari 1 Korintus 14, bahasa roh dalam ibadah harus memenuhi beberapa syarat:
- Ada penafsiran.
- Jika tidak ada penafsir, harus diam.
- Dilakukan oleh dua atau tiga orang saja.
- Dilakukan bergiliran.
- Tujuannya untuk membangun jemaat.
Paulus tidak menolak bahasa roh. Bahkan ia berkata bahwa ia berbicara dalam bahasa roh lebih dari mereka semua (1 Korintus 14:18). Namun dalam ibadah jemaat, ia lebih memilih “Lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.” (1 Korintus 14:19)
Satu firman Tuhan yang jelas dan dimengerti lebih membangun jemaat daripada ribuan kata rohani yang tidak dipahami.
Prinsip penting dari pasal ini adalah:
“Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”
1 Korintus 14:33
Karunia Roh tidak pernah diberikan untuk menciptakan kekacauan, emosi yang tidak terkendali, atau pertunjukan rohani. Semua harus dilakukan dengan tertib dan teratur (1 Korintus 14:40).
“Allah adalah Allah yang teratur. Segala sesuatu yang berhubungan dengan surga berada dalam keteraturan yang sempurna; ketaatan dan disiplin yang menyeluruh menandai pergerakan para malaikat.”
Patriarchs and Prophets 376.1
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin