Paulus menggambarkan Allah yang dengan sabar menanggung orang-orang yang menjadi sasaran murka-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak terburu-buru menjatuhkan hukuman. Bahkan terhadap mereka yang menolak-Nya, Dia masih menunjukkan kesabaran. 

Namun, kesabaran Allah bukan berarti Dia menganggap dosa sebagai sesuatu yang tidak penting. Kesabaran-Nya memberikan kesempatan bagi manusia untuk menyadari kesalahan dan berbalik kepada-Nya. 

Kemudian, Paulus berbicara tentang “bejana-bejana kemurahan,” yaitu mereka yang dipanggil Allah untuk menerima kemuliaan-Nya. Menariknya, panggilan ini tidak hanya ditujukan kepada orang Yahudi, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain. 

Artinya, keselamatan bukan hak istimewa satu bangsa atau kelompok tertentu. Allah juga memanggil orang-orang dari berbagai bangsa untuk menerima kemurahan-Nya. 

Hal ini mengingatkan kita agar tidak merasa bahwa kasih Tuhan hanya diperuntukkan bagi kelompok kita sendiri. Jangan membatasi kemurahan Allah hanya kepada orang-orang yang memiliki latar belakang atau keyakinan yang sama dengan kita. 

Kesabaran Allah memberi kesempatan, dan kemurahan-Nya membuka jalan keselamatan bagi semua orang. 

Kiranya kita tidak menyia-nyiakan kesabaran Tuhan dalam kehidupan kita. Sebaliknya, marilah kita menerima kemurahan-Nya dengan hati yang bersyukur dan memiliki kerinduan agar orang lain juga mengenal keselamatan yang Tuhan tawarkan. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

https://youtu.be/M8baRBi3B7Y

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: