“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan.”
Roma 9:22
Paulus menggambarkan Allah yang dengan sabar menanggung orang-orang yang menjadi sasaran murka-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak terburu-buru menjatuhkan hukuman. Bahkan terhadap mereka yang menolak-Nya, Dia masih menunjukkan kesabaran.
Namun, kesabaran Allah bukan berarti Dia menganggap dosa sebagai sesuatu yang tidak penting. Kesabaran-Nya memberikan kesempatan bagi manusia untuk menyadari kesalahan dan berbalik kepada-Nya.
Kemudian, Paulus berbicara tentang “bejana-bejana kemurahan,” yaitu mereka yang dipanggil Allah untuk menerima kemuliaan-Nya. Menariknya, panggilan ini tidak hanya ditujukan kepada orang Yahudi, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain.
Artinya, keselamatan bukan hak istimewa satu bangsa atau kelompok tertentu. Allah juga memanggil orang-orang dari berbagai bangsa untuk menerima kemurahan-Nya.
Hal ini mengingatkan kita agar tidak merasa bahwa kasih Tuhan hanya diperuntukkan bagi kelompok kita sendiri. Jangan membatasi kemurahan Allah hanya kepada orang-orang yang memiliki latar belakang atau keyakinan yang sama dengan kita.
Kesabaran Allah memberi kesempatan, dan kemurahan-Nya membuka jalan keselamatan bagi semua orang.
Kiranya kita tidak menyia-nyiakan kesabaran Tuhan dalam kehidupan kita. Sebaliknya, marilah kita menerima kemurahan-Nya dengan hati yang bersyukur dan memiliki kerinduan agar orang lain juga mengenal keselamatan yang Tuhan tawarkan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin
