Paulus menjelaskan bahwa arah pikiran kita berkaitan erat dengan cara kita menjalani kehidupan. Orang yang hidup menurut daging berpusat pada keinginan dirinya sendiri, sedangkan orang yang hidup menurut Roh belajar mengarahkan hati dan pikirannya kepada kehendak Allah. 

Hidup menurut daging bukan sekadar mengikuti keinginan tubuh. Ini juga mencakup sikap mementingkan diri sendiri, kesombongan, iri hati, dan keinginan untuk selalu mendapatkan apa yang kita mau tanpa memedulikan kehendak Tuhan. 

Sebaliknya, hidup menurut Roh berarti memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membentuk cara kita berpikir, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain. 

Hidup menurut daging mengikuti keinginan sendiri; hidup menurut Roh belajar berkata, “Jadilah kehendak-Mu, Tuhan.” 

Karena itu, kita perlu memeriksa apa yang selama ini memenuhi pikiran kita. Apakah kita lebih sering memikirkan cara memuaskan keinginan sendiri, menyimpan kepahitan, atau membandingkan diri dengan orang lain? Ataukah kita sedang belajar memikirkan hal-hal yang sesuai dengan kehendak Tuhan?

Apa yang terus kita pelihara dalam pikiran dapat memengaruhi pilihan dan tindakan kita. Jika kita ingin hidup semakin dekat kepada Tuhan, kita perlu belajar mengisi pikiran dengan firman-Nya dan bersedia mengikuti tuntunan Roh Kudus. 

Kehidupan yang dipimpin Roh dimulai dari hati dan pikiran yang bersedia diarahkan kepada Tuhan. 

Kiranya setiap hari kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membentuk pikiran, sikap, dan keputusan kita, sehingga kehidupan kita semakin mencerminkan kehendak Allah. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: