Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran yang lebih tajam. 

Pertanyaan ini sangat sederhana, tetapi begitu dalam. Kita mungkin pandai memberikan nasihat kepada orang lain, tetapi apakah nasihat yang sama sudah kita terapkan dalam kehidupan kita sendiri? 

Sering kali lebih mudah mengajarkan sesuatu daripada melakukannya. Kita bisa berbicara tentang kesabaran, tetapi kehilangan kesabaran ketika menghadapi orang lain. Kita bisa menasihati orang untuk mengampuni, tetapi masih menyimpan kepahitan. Kita bisa mengingatkan orang lain untuk setia kepada Tuhan, tetapi dalam kehidupan sendiri justru mulai mengabaikan-Nya. 

Paulus tidak sedang mengatakan bahwa kita tidak boleh mengajar atau menasihati orang lain, tetapi biarlah kebenaran yang kita ajarkan kepada orang lain seharusnya terlebih dahulu bekerja dalam kehidupan kita sendiri. 

Pengetahuan tentang firman Tuhan adalah sesuatu yang berharga. Namun pengetahuan itu seharusnya tidak membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, semakin banyak kebenaran yang kita ketahui, seharusnya semakin rendah hati kita, karena kita menyadari betapa banyak hal dalam hidup kita yang masih perlu Tuhan ubahkan. 

Paulus bahkan mengatakan bahwa karena ketidakkonsistenan umat Allah, “nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain” (Roma 2:24). Kehidupan kita ternyata dapat memengaruhi bagaimana orang lain memandang Tuhan yang kita sembah. 

Karena itu, kesaksian terbesar kita bukan hanya apa yang kita katakan tentang Tuhan, tetapi juga bagaimana kita hidup ketika tidak ada yang melihat. Orang mungkin tidak mengingat semua nasihat yang kita berikan, tetapi mereka dapat melihat apakah kehidupan kita sesuai dengan apa yang kita katakan. 

Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apakah ada kebenaran yang sering saya ajarkan kepada orang lain, tetapi belum sungguh-sungguh saya terapkan dalam hidup saya?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing. 

Biarlah kebenaran yang kita ajarkan kepada orang lain terlebih dahulu mengubahkan kehidupan kita sendiri.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: