Setelah pertemuannya dengan Paulus, Feliks tidak langsung membebaskan ataupun menghukum Paulus. Sebaliknya, ia beberapa kali memanggil Paulus dan berbicara dengannya.
“Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia.”
Kisah Para Rasul 24:26
Feliks memiliki kesempatan yang istimewa. Ia dapat mendengar langsung kesaksian seorang rasul Tuhan. Ia mendengar tentang Kristus, keselamatan, dan kehidupan yang kekal.
Namun ada satu masalah besar. Hatinya masih terikat pada kepentingan dirinya sendiri.
Alih-alih mencari kebenaran, ia berharap mendapatkan keuntungan. Alih-alih merespons panggilan Tuhan, ia tetap mempertahankan apa yang menjadi keinginannya.
Dua tahun berlalu, dan Alkitab tidak mencatat adanya pertobatan dalam hidup Feliks.
Betapa menyedihkan. Seseorang dapat mendengar kebenaran berkali-kali, tetapi tetap tidak berubah apabila ia tidak bersedia menyerahkan hatinya kepada Tuhan.
Mendengar firman Tuhan adalah sebuah berkat. Namun tujuan firman Tuhan bukan hanya untuk didengar, melainkan untuk ditaati.
Yesus berkata:
“… ’ Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.’”
Lukas 11:28
Kisah ini mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri:
Apakah firman Tuhan yang kita dengar setiap hari benar-benar mengubah hidup kita?
Apakah kita hanya menikmati renungan, khotbah, dan pelajaran Alkitab, ataukah kita mengizinkan Roh Kudus membentuk karakter kita?
Jawablah itu semua dalam hati kita.
Tuhan tidak hanya ingin kita mendengar firman-Nya, tetapi juga melakukannya. Karena pengetahuan tanpa ketaatan tidak menghasilkan pertumbuhan rohani.
Kiranya setiap kebenaran yang Tuhan tunjukkan kepada kita menghasilkan perubahan yang nyata dalam hidup kita.
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin