Paulus memberikan satu kesaksian tentang seorang yang dipakai Tuhan untuk menolongnya pada masa yang sangat penting dalam hidupnya. Orang itu bernama Ananias.
“Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.”
Kisah Para Rasul 22:12
Perlu dicatat bahwa Ananias yang dicatat di pasal ini bukan Ananias dan Safira.
Ananias bukan seorang rasul terkenal. Ia bukan pemimpin besar yang banyak disebut dalam Alkitab. Namun Tuhan memilihnya untuk menjalankan sebuah tugas yang istimewa, yaitu menemui Saulus, orang yang terkenal karena menganiaya orang-orang percaya.
Tuhan tidak mencari orang yang terkenal, tetapi orang yang bersedia.
Dari sudut pandang manusia, perintah itu tentu menakutkan. Saulus memiliki reputasi yang buruk di kalangan orang Kristen. Banyak orang mengenalnya sebagai musuh gereja. Namun Ananias memilih untuk taat.
Ia datang kepada Saulus, memanggilnya “saudara”, dan menyampaikan pesan yang Tuhan berikan kepadanya.
Melalui ketaatan Ananias, penglihatan Paulus dipulihkan, ia memahami panggilan Tuhan atas hidupnya, dan akhirnya dibaptis.
Mungkin Ananias tidak pernah membayangkan bahwa orang yang sedang ia layani kelak akan menjadi salah satu pemberita Injil terbesar dalam sejarah gereja. Tetapi itulah cara Tuhan bekerja.
Sering kali Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar menurut ukuran manusia. Ia hanya meminta kita untuk taat pada tugas yang diberikan hari ini.
Kita mungkin tidak mengetahui dampak dari satu kata penghiburan, satu tindakan kasih, satu doa, atau satu pelayanan kecil yang kita lakukan. Namun Tuhan dapat memakai ketaatan sederhana untuk menghasilkan berkat yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak hanya bekerja melalui tokoh-tokoh besar. Ia juga bekerja melalui orang-orang yang bersedia mendengar suara-Nya dan menaati perintah-Nya.
Ananias mungkin hanya muncul sebentar dalam catatan Alkitab, tetapi ketaatannya menjadi bagian penting dalam rencana Tuhan bagi Paulus.
Kiranya kita juga memiliki hati yang siap berkata, “Ya Tuhan, aku bersedia,” ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin