Melanjutkan pembahasan kemarin, hari ini kita khusus membahas ayat 14.

Setelah memberikan empat seruan mengenai sikap dalam kehidupan rohani—berjaga-jaga, berdiri teguh, bersikap berani, dan tetap kuat—Rasul Paulus menutupnya dengan satu dasar yang paling penting, yaitu kasih.

Ayat 13 berbicara tentang sikap kita (berjaga, teguh, berani, kuat). Ayat 14 berbicara tentang cara kita melakukannya. Kita bisa saja menjadi orang yang sangat waspada, teguh dalam doktrin, berani membela kebenaran, dan kuat dalam pendirian. Namun, jika semua itu dilakukan tanpa kasih, kita tidak lebih dari gong yang berkumandang (1 Korintus 13:1).

Mengapa semua sikap itu harus dibungkus dengan kasih?

  • Tanpa kasih, berjaga-jaga bisa berubah menjadi ketakutan.
  • Tanpa kasih, berdiri teguh dalam iman bisa berubah menjadi legalistik dan cenderung menghakimi.
  • Tanpa kasih, keberanian bisa berubah menjadi kesombongan.
  • Tanpa kasih, kekuatan bisa berubah menjadi kekerasan.
  • Tanpa kasih, pelayanan bisa berubah menjadi sekadar kewajiban.

Kasih membuat kita melayani dengan hati yang tulus, menegur dengan kelembutan, dan menolong dengan kerendahan hati. Kasih juga menjaga agar dalam mempertahankan kebenaran kita tidak kehilangan roh Kristus.

Karena itu kehidupan rohani yang sejati bukan hanya kuat dan teguh, tetapi juga penuh kasih.

Kekuatan tanpa kasih akan melukai, tetapi kekuatan yang dipimpin oleh kasih akan membangun dan membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan.

Kiranya setiap sikap rohani kita tidak hanya kuat dan teguh, tetapi juga dipenuhi kasih, sehingga melalui hidup kita, orang lain dapat melihat karakter Kristus dan semakin mendekat kepada-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: