Pasal ini membahas dua karunia Rohani, yaitu karunia bernubuat dan bahasa roh. Ia tidak menentangkan keduanya, tetapi menjelaskan fungsi dan prioritasnya dalam kehidupan jemaat.

Perbedaan yang dijelaskan Paulus adalah siapa yang dibangun oleh karunia tersebut.

  • Bahasa roh tanpa penafsiran → terutama membangun diri sendiri (1 Kor. 14:4).
  • Bernubuat → membangun, menasihati, dan menghibur jemaat (1 Kor. 14:3).

Karena itu Paulus berkata:

Jadi nubuat lebih diutamakan dalam ibadah umum karena jemaat dapat memahami pesannya.

Paulus tidak merendahkan bahasa roh. Ia hanya menegaskan bahwa bahasa roh harus disertai penafsiran agar jemaat dapat dibangun.

Jika ada penafsiran, maka isi bahasa roh dapat dipahami dan fungsinya menjadi sama seperti nubuat, yaitu menyampaikan pesan yang membangun jemaat.

Apakah itu bahasa roh? Apakah itu bahasa yang memang bisa ditafsirkan? Jangan sampai kita salah memahami pengertian mengenai bahasa roh. Oleh karena itu, besok kita akan membahas mengenai hal ini agar kita bisa lebih memahami renungan hari ini.

Jadi, karunia rohani bukan diberikan untuk menunjukkan pengalaman spiritual seseorang, tetapi untuk:

  • membangun iman jemaat
  • menyampaikan firman Tuhan
  • menciptakan ketertiban dalam ibadah

Kiranya renungan ini bermanfaat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: