Apakah ada yang tahu kisah anak yang hilang? Jika belum tahu, silakan baca kisahnya di Lukas 15:11-32.
Singkat ceritanya adalah ada seorang anak yang meminta warisan, lalu menghambur-hamburkannya di negeri jauh, lalu mengalami penderitaan dan akhirnya pulang dalam kemiskinan. Ayahnya menyambutnya kembali dengan penuh kasih dan sukacita, mengadakan pesta untuk merayakan kembalinya anak yang dianggap hilang itu.
“Meskipun menderita, anak yang hilang itu menemukan harapan dalam keyakinan akan kasih ayahnya. Kasih itulah yang menariknya pulang ke rumah. Demikian juga, kepastian kasih Allahlah yang mendorong orang berdosa untuk kembali kepada Allah. ‘kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan.’ Roma 2:4. Sebuah rantai emas, yaitu belas kasihan dan rasa sayang dari kasih ilahi, mengelilingi setiap jiwa yang berada dalam bahaya. Tuhan menyatakan, ‘Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal; sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.‘ Yeremia 31:3.”
Christ’s Object Lessons 202.1
Jadi, yang menjadi daya tarik utama untuk membawa manusia kembali kepada-Nya adalah kasih Allah.
Janji Tuhan dalam Yeremia 31:3, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal”, menjadi bukti bahwa meskipun kita jatuh berulang kali, Ia tetap mengasihi kita, Ia terus mengulurkan tangan-Nya dan menanti kita kembali.
Maukah kita menerima uluran kasih Allah untuk semakin dekat kepada-Nya? Jawablah dalam hati kita masing-masing.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin