Salah satu perikop pada pasal ini sangat terkenal hingga dibuat juga menjadi lagu. Tuhan menggunakan sebuah perumpamaan yang hidup.
Tuhan mengutus Yeremia untuk pergi ke rumah seorang tukang periuk. Di sana Yeremia melihat tukang periuk sedang membentuk bejana dari tanah liat. Ketika bejana itu rusak di tangannya, ia membuatnya menjadi bejana lain sesuai dengan apa yang ia kehendaki.
“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
Yeremia 18:4
Tuhan berbicara melalui perumpamaan ini bahwa Israel adalah seperti tanah liat di tangan-Nya, begitu juga kita.
Tuhan tidak memaksa, tetapi ketika kita menyerahkan diri kita kepada-Nya, maka “kehidupan dibentuk menurut teladan ilahi.” (Our High Calling 335.5)
“Serahkan dirimu kepada Yesus, untuk dibentuk dan dibuat oleh-Nya, agar kamu dapat dijadikan bejana kehormatan. Pencobaan-pencobaanmu, buah pikiran, perasaan-perasaanmu, semuanya harus diletakkan di kaki salib. Maka jiwa siap mendengarkan firman pengajaran ilahi.”
Mind, Character, and Personality, Vol. 2, 541.1
Maukah kita dibentuk dan dibuat oleh Allah? Jika kita mau, maka serahkan hidup kita kepada-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin