Pasal ini menceritakan kisah tragis Nadab dan Abihu, anak-anak Harun, yang mempersembahkan “api asing” kepada Tuhan dan mati karena itu.

Masih ingatkah kita akan aturan dosa yang tidak disengaja ada 4 golongan atau 4 kelas? Jika lupa, bisa membaca ulang di Perenungan Imamat 4.

Saat membaca kisah ini, ternyata hal yang serupa berlaku. Mengapa Nadab dan Abihu dihukum mati? Padahal bangsa Israel sering berbuat dosa, tetapi tidak langsung mati. Mengapa? Mari kita baca penjelasan dari pena inspirasi.

“Setelah Musa dan Harun, Nadab dan Abihu telah berdiri paling tinggi di Israel. Mereka telah secara khusus dihormati oleh Tuhan, karena telah diizinkan bersama tujuh puluh tua-tua untuk melihat kemuliaan-Nya di gunung. Itulah sebabnya pelanggaran mereka tidak dapat dimaafkan atau dianggap enteng. Semua ini membuat dosa mereka lebih berat. Karena telah menerima terang yang besar, … naik ke gunung, dan diberi hak istimewa untuk bersekutu dengan Tuhan, dan untuk tinggal dalam terang kemuliaan-Nya, janganlah mereka menyanjung diri sendiri bahwa mereka kemudian dapat berbuat dosa tanpa hukuman … Terang besar dan hak istimewa yang telah diberikan menuntut balasan kebajikan dan kekudusan yang sesuai dengan terang yang diberikan.”

Conflict and Courage 100.2

Jadi, karena mereka adalah orang yang telah menerima terang lebih besar, sehingga mereka juga dituntut sesuai terang yang sudah diberikan kepada mereka. Hal ini juga berlaku bagi kita.

Ketika kita sudah diberikan terang yang lebih besar atau petunjuk yang lebih jelas akan suatu hal, maka kita akan dituntut sesuai terang yang sudah kita ketahui. Itulah keadilan Tuhan.

Jadi, marilah kita menjadi “… pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja ….” (Yakobus 1:22)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: