Apakah kita harus berhati-hati dengan nasihat yang diberikan kepada kita? Tentu saja! Bahkan ketika nasihat itu diberikan oleh orang terdekat kita sekalipun, kita perlu berhati-hati. Mengapa? Karena kita belajar dari kisah Ahazia.
“Ia pun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti keluarga Ahab, sebab sesudah ayahnya mati mereka menjadi penasihat-penasihatnya yang mencelakakannya.”
2 Tawarikh 22:3-4
Kita diingatkan untuk berhati-hati dengan nasihat yang kita dapatkan. Tak heran Pemazmur mencatat, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” (Mazmur 1:1)
Jadi, berhati-hatilah terhadap nasihat yang diberikan orang lain. Pastikan nasihat itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan menuruti nasihat orang fasik dan juga jangan memberikan nasihat kepada orang lain untuk berbuat jahat.
Kiranya renungan ini boleh menjadi pengingat kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin