Pasal ini menceritakan kisah Raja Yoram, anak Yosafat, yang memerintah Yehuda dengan cara yang berbeda dari ayahnya.
“Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.”
2 Tawarikh 21:6
Dari ayat ini, kita diingatkan bahwa orang terdekat kita bisa menjadi orang yang membuat kita menjauh dari Tuhan.
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap pengaruh buruk yang dibawa oleh orang lain, khususnya orang terdekat kita.
Ingatlah bahwa orang terdekat kita bisa menjadi sumber yang membuat kita jauh dari Tuhan jika kita tidak berpaut pada Firman Tuhan.
Lalu bagaimana dengan akhir hidupnya?
“Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.”
2 Tawarikh 21:20
Jadi, pilihlah dengan bijak karena pilihan pergaulan dan teman juga memiliki pengaruh di dalam menentukan arah hidup kita. Persahabatan dengan orang-orang yang menolak Tuhan bisa membawa kita pada kehancuran.
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin