Pasal ini berfokus pada pemerintahan Raja Asa, salah satu raja Yehuda yang hidup benar di mata Tuhan. Ada kisah yang sangat menarik ketika kita membaca keseluruhan.
Baca atau dengarkan kisah lengkap di pasal ini agar bisa memahami kisahnya. Kami akan menjelaskan secara singkat saja.
Raja Asa memerintah dengan baik dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ia membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala. Dan Tuhan memberi ketenangan atau masa damai dan Asa membangun kota-kota berkubu di Yehuda.
Masa damai ini tidak selama-lamanya dirasakan oleh Raja Asa dan orang Yehuda. Mengapa? Karena “Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa.” (2 Tawarikh 14:9)
Mengenai hal ini, pena inspirasi menjelaskan dengan sangat menarik. Mari kita baca.
“Iman Asa benar-benar diuji ketika ‘Zerah orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta,’ datang menyerang kerajaannya (Ayat 9). Asa tidak mengandalkan ‘kota-kota benteng di Yehuda, yang telah dibangunnya, dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintu dan palang-palangnya,’ atau pada ‘pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa’ dalam pasukan tentaranya yang sangat terlatih (Ayat 6-8). Raja bersandar pada kuasa Yehova, di dalam nama-Nyalah bangsa Israel mendapat kelepasan yang ajaib. Dengan menyusun pasukannya dalam keadaan siap tempur, ia mencari pertolongan dari Allah.”
Prophets and Kings 110.1
Luar biasa bukan? Asa tidak mengandalakan tembok yang kokoh atau pahlawannya yang gagah perkasa, tetapi dia mengandalkan Tuhan. Ia mencari pertolongan dari Tuhan, bukan dari manusia.
Dalam hidup kita, hendaklah kita seperti Asa, yaitu mencari, mengandalkan dan bergantung kepada Tuhan. Ada berkat bagi orang yang mengandalkan Tuhan.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Yeremia 17:7
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Ami