Pasal ini menceritakan kisah mengenai Bait Suci yang sudah selesai dan tabut perjanjian dibawa masuk ke dalamnya.
“Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: ‘Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.’ Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan,.”
2 Tawarikh 5:13
Para penyanyi dan pemain musik menyembah dengan serempak dan berkata, “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
Jadi, penyembahan mereka bukan sebuah pertunjukkan, tetapi itu adalah pengakuan akan kebaikan dan kasih Tuhan. Dan itu biasanya bukan hanya sekadar nyanyian, tapi pujian yang lahir dari pengalaman kasih-Nya.
Tak heran kita pun harus bisa merasakan sendiri kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita sehingga kita bisa berkata, “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin