“Istri-istrinya menanamkan suatu pengaruh yang kuat ke atasnya dan lama kelamaan berhasil menyeretnya bersatu dengan mereka dalam perbaktian mereka. Salomo telah mengabaikan nasihat yang diberikan Allah yang akan dipergunakan sebagai suatu benteng melawan kemurtadan, dan sekarang ia sendiri menerjunkan diri ke atas penyembahan ilah-ilah yang palsu. ‘Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada Allah-Allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon.’ 1 Raja-raja 11:4, 5.”

Para Nabi dan Raja 32.4

“Salomo telah dilengkapi dengan hikmat yang ajaib, akan tetapi dunia menyeret dia dari Allah. Manusia sekarang tidak lebih kuat dari padanya, mereka itu cenderung pamrih kepada pengaruh-pengaruh tidak lebih kuat dari padanya, mereka itu cenderung pamrih kepada pengaruh-pengaruh yang menyebabkan kejatuhannya. Sebagaimana Allah memberi amaran kepada Salomo akan bahayanya, begitu juga sekarang Ia memberikan amaran kepada anak-anak-Nya agar jangan membinasakan jiwa mereka oleh bergabung dengan dunia. ‘Keluarlah kamu dari antara mereka,’ Ia memohon, ‘dan pisahkanlah dirimu…dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu, dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah Firman Tuhan Yang Mahakuasa.’ 2 Korintus 6:17, 18.”

Para Nabi dan Raja 34.2

Mari kita belajar dari Salomo agar kita bisa tetap setia kepada Tuhan hingga akhir.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: