“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel.”
Roma 9:6
Paulus baru saja mengungkapkan kesedihannya karena banyak saudara sebangsanya belum menerima Kristus. Namun, ia tidak menyimpulkan bahwa janji Allah telah gagal. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa firman Allah tidak mungkin gagal.
Paulus kemudian menjelaskan bahwa tidak semua orang yang merupakan keturunan jasmani Israel otomatis termasuk dalam umat yang menerima penggenapan janji Allah. Ia memberikan contoh Abraham (Roma 9:7).
Hal ini menunjukkan bahwa menjadi bagian dari keluarga umat Tuhan secara lahiriah tidak otomatis berarti kita hidup dalam hubungan iman dengan-Nya.
Mengenal ajaran yang benar, berasal dari keluarga Kristen, atau aktif dalam kegiatan gereja merupakan hal yang baik, tetapi semua itu tidak boleh menggantikan hubungan pribadi dengan Tuhan.
“Di hadapan Allah, pengakuan iman tidak berarti apa-apa, kedudukan tidak berarti apa-apa. Dia bertanya, Apakah hidup [kita] selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku?”
Review and Herald, July 7, 1904, par. 1
Oleh karena itu, jangan merasa aman hanya karena kita telah lama mengenal firman Tuhan. Mengenal kebenaran belum cukup; biarlah iman terlihat dalam kehidupan.
Periksalah apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya dan membiarkan firman-Nya membimbing kehidupan kita.
Kiranya kita tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Tuhan, tetapi juga hidup dalam hubungan yang nyata dengan-Nya, percaya kepada janji-Nya, dan setia mengikuti kehendak-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin
