Paulus mengajukan pertanyaan yang menguatkan iman: jika Allah di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita? Bukan berarti kita tidak akan menghadapi masalah, penolakan, atau kesulitan. Namun, semua itu tidak dapat menggagalkan rencana keselamatan Allah bagi mereka yang ada di dalam Kristus. 

Mengapa kita dapat memiliki keyakinan seperti ini? Paulus mengingatkan bahwa Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, melainkan menyerahkan-Nya bagi kita. Salib menjadi bukti betapa besar kasih Allah dan betapa seriusnya Dia menyediakan keselamatan bagi manusia. 

Paulus juga mengingatkan bahwa Kristus telah bangkit dan sekarang menjadi Pembela bagi kita. Ketika kita menyadari kesalahan dan merasa tidak layak datang kepada Tuhan, kita dapat mengingat bahwa Yesus telah mati bagi kita, bangkit, dan menjadi Pengantara bagi umat-Nya. 

Ini bukan alasan untuk menganggap dosa sebagai sesuatu yang sepele. Sebaliknya, karena Kristus telah melakukan begitu banyak bagi kita, kita dapat datang kepada-Nya dengan pertobatan dan iman, tanpa terus dikuasai rasa putus asa. 

Keyakinan kita bukan karena kita selalu kuat, tetapi karena Allah telah menyatakan kasih-Nya dan Kristus menjadi Pembela kita. 

Kiranya kita tetap percaya kepada Tuhan ketika menghadapi tuduhan, kesulitan, atau kelemahan diri. Jangan biarkan semua itu membuat kita melupakan apa yang telah Kristus lakukan bagi kita. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: