Ayat ini memperlihatkan bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia semata. Allah mengambil inisiatif untuk memanggil kita, menyediakan pembenaran melalui Kristus, dan menjanjikan kemuliaan bagi umat-Nya. 

Terkadang kita merasa perjalanan iman begitu sulit. Kita menyadari masih banyak kelemahan yang perlu diubah dan masih ada karakter yang perlu dibentuk. Kita mungkin bertanya-tanya apakah kita akan mampu tetap setia sampai akhir. 

Jangan hanya melihat kelemahanmu, tetapi lihatlah Allah yang sedang menuntunmu. 

Mari kita arahkan pandangan kita kepada Allah. Dia bukan hanya memanggil kita untuk mengenal-Nya, tetapi juga menyediakan jalan keselamatan melalui Yesus Kristus. Kita dibenarkan bukan karena keberhasilan kita menjadi sempurna, melainkan karena kasih karunia-Nya. 

Namun, menerima kasih karunia bukan berarti kita berhenti bertumbuh. Kita dipanggil untuk terus berjalan bersama Kristus, belajar menaati-Nya, dan membiarkan Roh Kudus membentuk kehidupan kita. 

Paulus juga mengarahkan pandangan kita kepada kemuliaan yang akan datang. Apa yang sekarang kita alami belum merupakan akhir dari cerita. Allah menjanjikan pemulihan bagi umat-Nya, ketika rencana keselamatan-Nya digenapi. 

Keselamatan berawal dari kasih karunia Allah, dijalani bersama Kristus, dan berujung pada kemuliaan yang dijanjikan-Nya. 

Kiranya kita tidak hanya memandang kelemahan diri, tetapi juga percaya kepada Allah yang memanggil kita untuk hidup bersama-Nya. Tetaplah berjalan dalam iman dan bersandar kepada kasih karunia-Nya setiap hari. 

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: