“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”
Roma 6:10-11
Paulus mengajak kita melihat kematian dan kebangkitan Kristus bukan hanya sebagai peristiwa di masa lalu, tetapi sebagai dasar bagi cara kita menjalani hidup sekarang.
Kristus telah mati terhadap dosa dan hidup bagi Allah. Karena itu, Paulus berkata bahwa kita pun harus menganggap diri kita mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus.
Apa artinya hidup bagi Allah?
Hidup bagi Allah berarti Tuhan menjadi pusat kehidupan kita. Kita tidak lagi hanya bertanya, “Apa yang saya mau?” tetapi mulai belajar bertanya, “Apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup saya?”
Hal ini terlihat dalam keputusan-keputusan kecil setiap hari. Ketika kita memilih untuk berkata jujur meskipun lebih sulit, mengampuni ketika hati masih terluka, menahan perkataan yang dapat menyakiti, atau tetap melakukan yang benar ketika tidak ada seorang pun yang melihat—di situlah kita sedang belajar hidup bagi Allah.
Hidup bagi Allah juga bukan berarti kita tidak pernah gagal. Kita mungkin jatuh dan menghadapi pergumulan. Tetapi ketika kita jatuh, kita tidak berhenti di sana. Kita kembali kepada Kristus dan melanjutkan perjalanan bersama-Nya.
Jangan hanya memikirkan apa yang harus kita tinggalkan. Pikirkan juga untuk siapa kita hidup sekarang. Kita meninggalkan dosa bukan sekadar supaya menjadi orang baik, tetapi supaya hidup kita menjadi milik Tuhan.
Hidup baru berarti mulai hidup bagi Allah.
Kiranya setiap hari kita menyerahkan hidup kepada Kristus dan membiarkan Dia menjadi pusat dari setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin